Router dan IPv4

Router dan IPv4

Router

Apa itu Router?

Router adalah perangkat jaringan yang bertanggung jawab untuk mengirimkan paket data antara jaringan komputer. Router berfungsi untuk:

  1. Menghubungkan Jaringan yang Berbeda: Misalnya, menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke jaringan yang lebih besar seperti internet.
  2. Menentukan Rute Terbaik: Router menggunakan tabel routing dan protokol routing untuk menentukan jalur terbaik bagi paket data untuk mencapai tujuan akhirnya.
  3. Menyediakan Keamanan: Banyak router modern dilengkapi dengan firewall untuk melindungi jaringan dari ancaman eksternal.

Cara Kerja Router

  1. Pengambilan Paket Data:

    • Router menerima paket data dari perangkat yang terhubung padanya.
    • Paket data ini berisi informasi seperti alamat IP tujuan.
  2. Analisis Paket:

    • Router memeriksa header paket untuk menentukan alamat IP tujuan.
    • Berdasarkan informasi ini, router memutuskan ke mana harus mengirimkan paket tersebut.
  3. Pemilihan Jalur:

    • Router menggunakan tabel routing, yang berisi informasi tentang berbagai jalur yang mungkin untuk mencapai alamat IP tujuan.
    • Protokol routing seperti RIP (Routing Information Protocol), OSPF (Open Shortest Path First), dan BGP (Border Gateway Protocol) membantu router menentukan jalur terbaik.
  4. Pengiriman Paket:

    • Setelah menentukan jalur terbaik, router meneruskan paket data ke jaringan berikutnya.
    • Proses ini berulang sampai paket data mencapai tujuan akhirnya.

Contoh Penggunaan Router

  • Jaringan Rumah Tangga: Router Wi-Fi di rumah menghubungkan berbagai perangkat (seperti smartphone, laptop, dan smart TV) ke internet.
  • Kantor Kecil dan Menengah: Router mengelola lalu lintas antara komputer kantor dan server, serta menghubungkan jaringan internal ke internet.
  • Jaringan Perusahaan Besar: Router inti dan tepi digunakan untuk mengelola lalu lintas data yang besar dan kompleks, serta menyediakan konektivitas antara berbagai cabang perusahaan dan internet.

Pengertian Switch

Switch adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam satu jaringan lokal (LAN). Switch berfungsi sebagai penghubung yang memungkinkan perangkat-perangkat dalam jaringan untuk saling berkomunikasi dengan efisien.

Fungsi Switch

  1. Menghubungkan Perangkat dalam Jaringan:

    • Switch menghubungkan komputer, printer, server, dan perangkat lain dalam jaringan lokal.
    • Setiap perangkat terhubung ke switch melalui kabel Ethernet atau koneksi nirkabel pada switch yang mendukung Wi-Fi.

Default Gateway

Default gateway adalah perangkat (biasanya sebuah router) yang berfungsi sebagai titik akses untuk mengirimkan paket data dari jaringan lokal ke jaringan lain atau internet. Ketika perangkat dalam jaringan tidak tahu ke mana harus mengirimkan paket data untuk mencapai tujuan tertentu, ia akan mengirimkan paket tersebut ke default gateway. Default gateway akan menangani proses routing paket data tersebut ke tujuan yang benar.


Hubungan antara Router dan Default Gateway

Dalam banyak kasus, router dalam sebuah jaringan juga bertindak sebagai default gateway. Semua perangkat dalam jaringan lokal dikonfigurasi untuk mengirimkan paket data yang tidak ditujukan untuk tujuan dalam jaringan lokal itu sendiri ke router tersebut (default gateway).


IPv4

IPv4 (Internet Protocol version 4) adalah versi keempat dari Internet Protocol yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di jaringan melalui alamat IP. Alamat IPv4 terdiri dari 32 bit dan biasanya ditulis dalam notasi desimal yang dipisahkan oleh titik, misalnya, 192.168.1.1.

Network Address

Network address adalah bagian dari alamat IP yang mengidentifikasi jaringan tertentu. Dalam subnetting, network address digunakan untuk mengidentifikasi jaringan itu sendiri, bukan perangkat individu dalam jaringan tersebut. Alamat ini biasanya dihasilkan dengan mengkombinasikan alamat IP dengan subnet mask menggunakan operasi AND bitwise.

Subnet Mask

Subnet mask adalah 32-bit angka yang digunakan untuk membagi alamat IP menjadi network address dan host address. Subnet mask juga ditulis dalam notasi desimal dengan empat oktet, misalnya, 255.255.255.0. Dalam subnet mask:

  • Bit yang bernilai 1 menunjukkan bagian network address.
  • Bit yang bernilai 0 menunjukkan bagian host address.

Broadcast Address

Broadcast address adalah alamat yang digunakan untuk mengirimkan data ke semua perangkat dalam jaringan yang sama. Alamat ini biasanya dihasilkan dengan menggunakan alamat IP dan subnet mask untuk menentukan network address, lalu mengubah semua bit host address menjadi 1.

Contoh dan Penjelasan

Mari kita lihat contoh alamat IP dan cara menentukan network address, subnet mask, dan broadcast address.

Alamat IP dan Subnet Mask

Misalkan kita memiliki alamat IP: 192.168.1.10 dan subnet mask: 255.255.255.0.

  • Alamat IP dalam biner: 11000000.10101000.00000001.00001010
  • Subnet mask dalam biner: 11111111.11111111.11111111.00000000

Network Address

Network address diperoleh dengan melakukan operasi AND bitwise antara alamat IP dan subnet mask:

  • 11000000.10101000.00000001.00001010 (IP Address)
  • 11111111.11111111.11111111.00000000 (Subnet Mask)

  • 11000000.10101000.00000001.00000000 (Network Address)

Jadi, network address dalam notasi desimal adalah 192.168.1.0.

Broadcast Address

Broadcast address diperoleh dengan mengubah semua bit host dalam network address menjadi 1:

  • 11000000.10101000.00000001.00000000 (Network Address)
  • 00000000.00000000.00000000.11111111 (Host bits set to 1)

  • 11000000.10101000.00000001.11111111 (Broadcast Address)

Jadi, broadcast address dalam notasi desimal adalah 192.168.1.255.

Host Address Range

Host address range adalah rentang alamat IP yang dapat diberikan kepada perangkat di jaringan. Rentang ini berada di antara network address dan broadcast address. Dalam contoh ini:

  • Network address: 192.168.1.0
  • Broadcast address: 192.168.1.255

Host address range: 192.168.1.1 hingga 192.168.1.254.

Subnetting

Subnetting adalah teknik yang digunakan untuk membagi satu network address menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Ini memungkinkan penggunaan alamat IP yang lebih efisien dan segmentasi jaringan yang lebih baik.

Contoh subnetting dari network 192.168.1.0/24 menjadi dua subnet:

  • Subnet 1: 192.168.1.0/25

    • Network address: 192.168.1.0
    • Broadcast address: 192.168.1.127
    • Host range: 192.168.1.1 - 192.168.1.126
  • Subnet 2: 192.168.1.128/25

    • Network address: 192.168.1.128
    • Broadcast address: 192.168.1.255
    • Host range: 192.168.1.129 - 192.168.1.254

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabling

APA ITU JARINGAN KOMPUTER? BESERTA OSI 7 LAYER